Sabtu, 14 Juni 2008
Rabu, 11 Juni 2008
bukan bintang untukku
bintang...
boleh kan aku
memanggilmu seperti itu
apa kau tau
aku selalu melihatmu
aku selalu merindumu
dan aku kagumimu
tak hanya sinarmu
yang buat aku rindu
tapi juga hatimu
buat hatiku tak layu
ingin selalu dekatmu
bintang...
aku tak bisa meraihmu
aku tak bisa mendekapmu
aku tak bisa memelukmu
biar ku hanya bisa pandangimu
dari jauh dari sayu mataku
dan melihatmu tersenyum padaku
mungkin memang kau
bukan bintang untukku
boleh kan aku
memanggilmu seperti itu
apa kau tau
aku selalu melihatmu
aku selalu merindumu
dan aku kagumimu
tak hanya sinarmu
yang buat aku rindu
tapi juga hatimu
buat hatiku tak layu
ingin selalu dekatmu
bintang...
aku tak bisa meraihmu
aku tak bisa mendekapmu
aku tak bisa memelukmu
biar ku hanya bisa pandangimu
dari jauh dari sayu mataku
dan melihatmu tersenyum padaku
mungkin memang kau
bukan bintang untukku
Sabtu, 07 Juni 2008
jangan menangis
bintang,
resahkah hatimu?
galaukah pikirmu?
bintang,
apa yang resahkan?
apa yang galaukan?
kulihat kerut di keningmu
peluh di dahimu
sayu menutup sinarmu
sendu redupkan cantikmu
jangan menangis bintangku
tak pantas itu air jatuh
pada sudut beningmu
tak perlu itu sedih
datang merenggutmu
tenangkan hatimu
kuatkan sabarmu
kepada-Nya kembalikan sujudmu
dan di sini ada aku
tetap berdiri untukmu
bangkitlah
berdirilah
di depan itu jalan
masih sangat panjang
masih sangat panjang
dan ijinkan aku
temani jalan panjangmu
karena aku ingin di sana
bersama senyum mu
resahkah hatimu?
galaukah pikirmu?
bintang,
apa yang resahkan?
apa yang galaukan?
kulihat kerut di keningmu
peluh di dahimu
sayu menutup sinarmu
sendu redupkan cantikmu
jangan menangis bintangku
tak pantas itu air jatuh
pada sudut beningmu
tak perlu itu sedih
datang merenggutmu
tenangkan hatimu
kuatkan sabarmu
kepada-Nya kembalikan sujudmu
dan di sini ada aku
tetap berdiri untukmu
bangkitlah
berdirilah
di depan itu jalan
masih sangat panjang
masih sangat panjang
dan ijinkan aku
temani jalan panjangmu
karena aku ingin di sana
bersama senyum mu
Minggu, 01 Juni 2008
Luka Lama
Kurentangkan hati
Kubalut luka lama saat kau pergi
Kutegarkan diri
Walau bayangmu hadir di setiap mimpi
Oh, haruskah kubenamkan diri meratapi
Tenggelam sesali yang terjadi
Tersiksa bersama hampa asa
Kini..kuhanya ingin lupakan semua
Mengenangmu menyesakkan jiwa
Kan kuhapus airmata
Hingga dapat sembuhkan luka
Kucoba hadapi, walau pahit terasa di relung hati
Harus kulewati, seakan semua tak pernah terjadi
Oh, haruskah kubenamkan diri meratapi
Tenggelam sesali yang terjadi
Tersiksa bersama hampa asa
Semoga kelak lupakan semua
Mengenangmu menyesakkan jiwa
Kan kuhapus airmata
Hingga dapat sembuhkan luka
lagu oleh : Cokelat
Kubalut luka lama saat kau pergi
Kutegarkan diri
Walau bayangmu hadir di setiap mimpi
Oh, haruskah kubenamkan diri meratapi
Tenggelam sesali yang terjadi
Tersiksa bersama hampa asa
Kini..kuhanya ingin lupakan semua
Mengenangmu menyesakkan jiwa
Kan kuhapus airmata
Hingga dapat sembuhkan luka
Kucoba hadapi, walau pahit terasa di relung hati
Harus kulewati, seakan semua tak pernah terjadi
Oh, haruskah kubenamkan diri meratapi
Tenggelam sesali yang terjadi
Tersiksa bersama hampa asa
Semoga kelak lupakan semua
Mengenangmu menyesakkan jiwa
Kan kuhapus airmata
Hingga dapat sembuhkan luka
lagu oleh : Cokelat
kepada sajak
kepada sajak aku bicara
tentang kekasihku tercinta
dia yang ada di sana
pergi entah ke mana
embun hari pagi terik panas mentari
kelepak burung nuri angin kering sepi
lalu hujan tanpa henti
waktu terlewat demi hari
tapi tak kulihat dia kembali
dia datang dia pergi
dia datang dia pergi
seperti tak pernah berhenti
membawa sepi melukai hati
dia datang dia pergi
dan lagi
dan lagi
kepada sajak aku bicara
hatiku ini kepada siapa
air di mata buat apa
lalu bahagia dan tawa
sampai kapan tercipta
bila hanya sepi dirasa
seharusnya aku kembali pada-Nya
tentang kekasihku tercinta
dia yang ada di sana
pergi entah ke mana
embun hari pagi terik panas mentari
kelepak burung nuri angin kering sepi
lalu hujan tanpa henti
waktu terlewat demi hari
tapi tak kulihat dia kembali
dia datang dia pergi
dia datang dia pergi
seperti tak pernah berhenti
membawa sepi melukai hati
dia datang dia pergi
dan lagi
dan lagi
kepada sajak aku bicara
hatiku ini kepada siapa
air di mata buat apa
lalu bahagia dan tawa
sampai kapan tercipta
bila hanya sepi dirasa
seharusnya aku kembali pada-Nya
Langganan:
Postingan (Atom)