Selasa, 24 November 2009

dia...

kaca mata yang mungil menyamarkan indah matanya. raut wajahnya tampak sendu, seperti mendung pagi hari ini. isi hatinya masih misteri untuk kuketahui. cintanya masih terasa sangat jauh...

you are so small, yet you are so beautiful to me. admiring you is the least i can do. you're just a meter away from my body but ur heart is miles and miles away from mine. why are we so far apart in just a count of ten? i wanna be there too. back to ur arms

ingatkah


ketika mentari bersinar terang, 
kau akan tertawa riang, melupakan segala kesedihan 
dan tersenyum dengan hati senang

lalu....
malam mulai datang, 

jalan yang semula terang menjadi gelap,
lalu kau menjadi takut berjalan sendirian

tanganmu meraih, menggapai, 

meminta pertolongan
Tuhan...bantulah aku 

melewati jalan yang gelap ini, 
suaramu yang kecil mengalir 
dari bibir yang bergetar pelan

lalu pintamu dikabulkan, seorang teman datang, 

memegang, menggenggam, menuntun 
membawa setitik cahaya menuju terang

lalu embun dingin basuh wajahmu yang diliput takut, 

segarkan kembali senyum yang sempat hilang dalam gelapnya malam

lalu terang kembali datang padamu, 

tapi ingatkah kau pada tangan yang memegangmu, 
yang menuntunmu

pada embun yang menyegarkanmu, 

pada doa yang ditinggalkan bibirmu pada Tuhanmu??

Rabu, 11 November 2009

tidurlah

malam semakin larut
dan kita pun terhanyut
dalam sepi tak berkabut
raga sudah letih
hatipun terasa lelah
ahh...
bagaimana kita menghapus resah?

sedikit demi sedikit

sadar mulai terbang
mata sudah sangat ingin terpejam
tapi kenapa pikir tentangmu
tak mau hilang?

bidadariku...
dekatkan ragamu kepadaku
dekatkan hatimu denganku
biar kudekap erat tubuhmu
kupeluk hangat hatimu

tidurlah dalam belaian sayangku
lelaplah dalam buaian cintaku
kujaga mimpimu dengan doaku
agar esok embun segarkan wajah cantikmu
dan mentari ceriakan senyum manismu

selamat tidur malaikatku...

Selasa, 10 November 2009

tentangmu


kalau hati sedang resah
senyummu menenangkannya
jika jiwa dilanda gelisah
suaramu mendamaikannya

segala tentangmu adalah yang terindah
bersamamu adalah anugerah
denganmu duniaku menjadi cerah
di dekatmu hilang segala letih dan lelah

matahariku, malaikatku, bidadariku...
jangan berhenti tersenyum untukku
jangan pergi dari sisiku

tanganmu menyelamatkanku
ciummu menerbangkan ragaku
dan pelukmu....
pelukmu menghangatkan hatiku

antya, aku mencintaimu

Sabtu, 07 November 2009

Perempuan-perempuan Perkasa

perempuan-perempuan
yang membawa bakul di pagi buta
dari manakah mereka
ke stasiun kereta mereka datang
dari bukit-bukit desa
sebelum peluit kereta pagi terjada
sebelum hari bermula dalam pesta kerja

perempuan-perempuan
yang membawa bakul dalam kereta,
ke manakah mereka
di atas roda-roda baja mereka berkendara
mereka berlomba dengan surya
menuju ke gerbang kota
merebut hidup di pasar-pasar kota

perempuan-perempuan
yang membawa bakul di pagi buta
siapakah mereka
mereka ialah ibu-ibu berhati baja,
perempuan-perempuan perkasa
akar-akar yang melata
dari tanah perbukitan turun ke kota
mereka cinta kasih
yang bergerak menghidupi desa demi desa


Hartoyo Andangjaya

Kamis, 05 November 2009

terbanglah

terbanglah malaikatku
terbanglah yang tinggi

ke langit ke tujuh

bawa serta rindu dan cintaku
yang ada hanya untukmu
sampaikan juga salam rinduku
untuk ayah dan ibuku

akan kutunggu kau di sini
tapi jika sampai aku mati
kau tak juga kembali

simpan saja rasa itu di hati
untuk kau kenang jika kau rindu aku nanti