dengan perlahan
aku goreskan tinta hatiku
hitam di atas putih hatimu
aku ungkapkan rasaku
aku tumpahkan isi hatiku
kutuliskan isi hatiku
kutuliskan segala pikiranku
agar kau tau isi jiwaku
segaris demi segaris
kata terbentuk berbaris
sedikit demi sedikit
rasa terungkap lewat kalimat
panjang atau pendek tak mengapa
asalkan hati jujur apa adanya
terkadang kata salah berhias coretan
tak berarti hati telah berbohong
semoga ungkapku terbaca hatimu
sajakku datang dari hatiku
sayangku tulus hanya untukmu
pagi ini aku sambut dengan senyuman
senyuman yang tercipta dari sebuah nyanyian
mendengar suaramu di telingaku
adalah simphoni terindah sepanjang hidupku
dengan simphoni itu
di hati terciptalah lagu
irama mengalun merdu
tentang hati yang sedang merindu
wahai bidadariku
tetaplah bernyanyi untukku
jangan berhenti berlagu
suaramu tundukkan hatiku
membuatku tenang dalam pelukmu
lalu...
tersenyumlah untukku
saat pagi menjelang
mentari perlahan terang
malam kembali pulang
mata tak lagi terpejam
dan mimpi pun telah hilang
tak ada lagi yang ingin kudengar
selain manja suaramu
tak ada lagi yang ingin kulihat
selain manis senyummu
tak ada lagi yang ingin kunikmati
selain cantik wajahmu
hanya kmu, permata hatiku
datanglah padaku
bisikkan padaku manjamu
berikan aku senyummu
bawakan aku cantikmu
biar kukenang semua bersama wangimu
lalu kurindukan hangat pelukmu
jadikan bahagia ini
untukmu...
untukku...
agar hari tak lagi sepi
karena hatiku selalu bersama hatimu
Sidoarjo, 17 Oktober 2009
sedetik demi sedetik
lambat waktu berlalu
meninggalkan rasaku
yang merindumu
tapi tak juga kulihat
senyummu kembali
satu jam...
dua jam...
mentari meninggalkan pagi
bawa terik siang hari
dan aku masih saja di sini
menunggumu kembali
membawa senyum itu lagi
perlahan...
jantung mendetak pelan
hati bergetar lalu diam
pandangan mengabur
mata tertutup
lalu aku tertidur
kmu yang kucinta
kmu yang kusayang
aku rindu padamu
adakah kau rasakan hatiku...?
sesaat setelah aku memelukmu
wangimu tak mau pergitertinggal di ujung hidungkusuaramu tak juga hilangmelekat di pintu telingaku
lalu senyummu tak juga hilang
manisnya abadi di bibirku
membuatku selalu rindu
sesaat setelah aku memelukmu
aku tak ingin lepaskan tangankuaku ingin memelukmu selamanya
aku ingin bersamamu selamanya
aku tak ingin pergi
aku juga tak mau kmu pergi
aku ingin selalu dekatmu
memelukmu setiap saat
sesaat setelah aku memelukmu
damai itu datang
kurasakan nyaman dalam dekapanmu
kurasakan tenang dalam pelukanmu
kurasakan hangat dalam sayangmu
aku bahagia
lalu saat pelukan itu lepas
aku seperti terhempas
resah. gelisah
sesaat setelah aku memelukmu
aku tak mau melepasmu
karena aku membutuhkanmu
karena aku menginginkanmu
karena aku mencintaimu
sidoarjo, 04 Oktober 2009
dark helper to little angel