Selasa, 29 April 2008
tiga perempuan
di sebuah trotoar jalan kota metro
ramai benderang oleh malam yang terang
lampu-lampu etalase menyilaukan
sorot lampu mobil-mobil mewah
menambah gemerlap metro malam
diantara lalu lalang manusia
terlihat tiga sosok dara manisnya
mereka berdiri bersandar menunggu
datangnya rejeki dari harga diri
tubuh mereka tak tertutup utuh
menyilaukan tersorot lampu kemewahan
rayuan-rayuan dari bibir manis
menggoda telinga dan mata untuk bercanda
lunturkan hati yang terpesona
mereka tak punya rasa dan cinta
mereka hanya ingin dunia
segenggam uang untuk hidupi hidup
meski harus korbankan semua miliknya
juga harga diri dan kesuciannya
mereka bertiga masih muda
bahkan terlalu muda
berteman dengan angin malam
Tuhan.....ampuni mereka
tiga perempuan malang
beri mereka kekuatan dan jalan
agar mereka bisa menggapai
kembali ke dunianya yang hilang
tear
If I could be anything, I would be a tear, so I could be born in your eye, run down our cheek and die on your lips
malam pertama denganmu
malam itu sayang.....
terindah dalam hidupku
saat kita duduk berdua
kau kupeluk erat penuh kasih
dan kau beri senyum manis untukku
meski dingin sekali malam itu
adinda sayang......
itulah malam pertamaku denganmu
saat yang tak akan pernah aku lupa
kurindukan lagi malam itu
seperti pagi yang merindukan mentari
seperti hujan yang merindukan bumi
ingin aku selalu berdua denganmu
seperti malam pertamaku dulu
tak perlu lagi kau bicara
akan kuutus angin malam di sana
membawa salam kerinduanku bersamanya
dan akan menyentuh jiwamu
mencium mesra hatimu
adinda.....
tersenyumlah untukku
dan bawalah senyum di hatimu
menjemputku selalu bersamamu
menyanyikan lagu cinta untuk kita
berdua berselimut dingin malam
membagi kasih untuk selamanya
sambil berbisik.....aku sayang kmu....
Senin, 28 April 2008
senja di selatan kota
senja telah sampai di kotaku
mentari mulai meredup lemah
kotaku mulai kehilangan sinarnya
langit barat memburam merah
membaurkan keindahan jingganya senja
alun-alun kotaku yang dulunya sepi
perlahan menampakkan diri
tunjukkan kebolehannya di waktu senja
memikat insan-insan di sana
warna jingga mulai menutup semua
atap-atap pendopo alun-alun
memerahi gedung-gedung pemerintahan
tampakkan keindahan di antara sekolah-sekolah tua
membayangi tugu kebanggaan kotaku
silaukan mata, namun damaikan hati
suara bel delman tua
berbaur nyanyi jalanan kota
beri kepuasan dan damai di hati
bersama canda anak-anak tertawa
senyum mentari yang memudar
tertutup mesjid kota yang agung
hampir waktunya mentari tidur
sudah saatnya untuk kembali
dan ketika hari mulai padam
senja pun berpamit pulang
suara ayat-ayat suci Illahi
lampu-lampu bulat yang menyala
iringi kepergian senja nan bahagia
kusapa ia dari jauhan
semoga bahagia yang kau bawa
selalu ada untuk selamanya
selimuti alun-alun kotaku tercinta
SENJA DI PELABUHAN KECIL
oleh : Chairil Anwar
buat : Sri Ajati
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
1946
Kerendahan Hati
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil, Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya....
Bukan besar kecilnya tugas
yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu....
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
Taufiq Ismail
kekasih yang jauh
dari jauh tak bisa kulihat senyummu
hanya bisa kurasakan pedihmu
dari jauh tak bisa kulihat ayumu
hanya bisa kuingat sedihmu
dari jauh pula tak bisa aku memelukmu
hanya bisa kudengar tangismu
kekasihku yang jauh
jarak yang memisah terlalu jauh
beban yang kubawa terlalu berat
jalan yang harus kulewati terlalu panjang
terlalu jauh untuk bisa melihatmu
terlalu berat untuk bisa memelukmu
terlalu panjang untuk bisa menciummu
di sini ada hati yang sedang rindu
menunggu untuk kembali bertemu
berdua lagi bersama lagi
meski tak seperti dulu
di sini ada hati yang sedang mencinta
melupakan semua kenangan
melupakan semua masa lalu
menghapus semua sedih
menghapus semua pedih
lalu dengan perlahan
menggantinya dengan bahagia
Lumpur menyembur di Sidoarjo
Oleh : Taufiq Ismail
Ketika lumpur menyembur dan menghambur,
dari jauh dalam di bawah petala sana,
kemudian merayap menggenangi bumi, tanah, sawah,
ladang, kampung dan kota,
lumpur menyembur-nyembur, hitam warnanya,
berasap-asap putih racunnya.
Manusia berlarian menyelamatkan diri, membawa bungkusan seadanya,
menggendong bayi memangku anak, memapah orang lanjut usia,
menggotong tetangga sakit tak berdaya.
Mereka berlarian, berkejaran, bertebaran,
melarikan hidup melompati tebing kesengsaraan.
Lumpur hitam meninggi, semata kaki, setulang-kering,
lumpur hitam melembung, sedengkul, sepinggang,
kemudian mencapai pintu rumah,
lalu menutup atap genting merah.
Lumpur menyembur-nyembur, hitam warnanya,
berasap-asap putih racunnya.
Lumpur hitam satu hektar merambatnya,
lumpur panas sepuluh hektar genangannya,
lumpur derita seratus hektar luasnya,
sepanjang mata memandang,
lumpur panas telah menjadi lautan,
menutup tanah, sawah, ladang,
rumah, bangunan dan kota,
beratus ribu nyawa berkubang lumpur sengsara.
Matahari terbit, matahari tenggelam,
bulan sabit terbit, bulan purnama tenggelam,
minggu datang, minggu tenggelam,
bulan tiba, bulan tenggelam.
Lumpur menyembur-nyembur, hitam warnanya,
berasap-asap putih racunnya.
Lumpur menjebol tanggul, lumpur menutup jalan raya,
lumpur mengamblaskan desa, lumpur merenggut hidup,
lumpur hitam pekat bau menyengat,
beribu pengungsi hidup semakin berat.
Apa yang salah, siapa yang salah? Kami luar biasa lelah
Apa yang terlambat, siapa yang digugat?
Benarkah sebagai bangsa kita sudah tersesat?
Baru saja masuk ke dalam bencana,
belum usai keluar dari bencana,
sudah terjerumus lagi ke dalam bencana,
belum selesai dari bencana,
terpuruk lagi ke dalam bencana.
Kami luar biasa lelah,
ketika lagi kepada suatu alamat kami menengadah,
kepada Dikau Ya Allah,
kuatkan kami dalam ikhtiar mengatasi lelah,
melawan sengsara seperti tak sudah-sudah.
sekolah tua
dinding hijau tak asing lagi
jendela-jendela kawat berkarat
genting-genting yang lanjut usia
dan kayu-kayu jati yang keropos
saksi keabadian dan didikan
di sini tumbuhlah aku
di lapangan berumput yang tak luas
dan di bawah pohon di tempat parkir
aku ukir nama dan cinta
tumbuhkan suatu bentuk kebahagiaan
bersama kawan-kawan lama
meja, kursi, dan papan tulis
dan sesepuh yang beruban
memberi arti gedung tua itu
hari-hari yang aku lalui
rekahkan kenangan nan abadi
tentang mushola dan kelas-kelas
tentang warung makan dan kamar mandi
semuanya manis meski terasa pahit
segalanya indah meski terlihat buruk
oh....alangkah indah segalanya
hari-hari bersama sang surya
bermain bersama kawan-kawan lama
bercanda tentang dunia dan cinta
tentang basket, volli, dan sepak bola
tak ada yang dapat menandingi
tentang gedung tua itu dan segalanya
semilir angin alun-alun
yang terbangkan daun-daun sono
hidupi sekolah tua itu hari demi hari
tahun demi tahun, selamanya
tribute to gedung lama SMA Negeri 3 Sidoarjo
aku ingin menemui Tuhanku
aku ingin menemui Tuhanku
meminta jawaban atas semua do'aku
meminta jawaban atas semua pertanyaanku
berterima kasih atas semua karunia kepadaku
bersyukur atas semua kebaikan hidupku
mencari tahu rahasia takdirku
dan memohon belas ampunan untuk semua dosaku
aku ingin menemui Tuhanku
agar aku juga bisa bertemu ayah bundaku
berkumpul dengan keluargaku
bertemu dengan teman-temanku
agar aku juga bisa bertemu kekasihku
dan mereka semua yang kurindu
aku ingin menemui Tuhanku
agar aku tak lagi sendiri
agar aku tak lagi berteman sepi
agar ada teman untuk hati
dan aku tak takut lagi
aku ingin menemui Tuhanku
berbalut kain putih dan bersih sorbanku
bersimpuh sujud dengan lututku
di atas bentangan sajadahku
dengan sucinya jiwa ragaku
dengan wajah berhias senyumku
mengucap kalimat-kalimat suciMu
Ya Allah, ya Tuhanku
di manakah Engkau?
Kau ada di hatiku
Kau ada di ragaku
Kau ada di nyawaku
Kau ada di sekitarku
di sini ,di sana, di mana-mana
tapi kenapa aku tak bisa menemuiMu ?
wahai Yang Mulia Tuhanku
ijinkan aku menemuiMu
ijinkan aku berbincang denganMu
dalam indahnya SurgaMu
hamba ingin mencurahkan hati kepadaMu
hamba ingin menangis di pelukMu
hamba ingin bersimpuh di kakiMu
hamba memohon pertolonganMu
menemukan lagi kebenaran jalanku
kembali ke terangnya jalanMu
Sabtu, 26 April 2008
L I A
saat pertama
aku bertemu dengannya
apa yang aku rasa
adalah benar nyata
dan tanpa rekayasa
sebuah benih cinta
datang dari hatinya
obati segores luka
telah lama terasa
senyumnya
suaranya
matanya
cantiknya
dan juga hatinya
benar mempesona
aku harap
dia masih mau
buka pintu hatinya
dan ijinkan aku
datang gantikan dia
*sajak ini untuk dia yang telah memikat hati :-)
Sabtu, 19 April 2008
tersenyumlah
bahagia ada saat ada keberhasilan datang,
lalu saat kegagalan yang berkunjung,
kepala hanya bisa tertunduk, merenung, dan bertanya,
kenapa bisa gagal? kenapa harus gagal?
dan pertanyaan itu akan terjawab seiring waktu
yang membuat hati menjadi lebih baik dan lebih dewasa.
dan akhirnya, air mata yang terlanjur turun dari sudut penglihatan,
akan terganti oleh senyuman.
senyuman yang datangnya dari hati yang telah terobati.
senyum tulus yang bisa membuat orang lain ikut tersenyum.
tertawalah jika bahagia datang, dan tersenyumlah,
jika kegagalan yang menghampiri hati.
karena hati yang kita punya,
terlalu berharga untuk dibiarkan tetap sakit dan terluka.
tersenyumlah meski hanya untuk diri sendiri.
semangatlah, karena hari esok pasti akan lebih baik :-)
pesan ini ditulis untuk diriku sendiri, jika ada yang merasa terbantu, itu karena Allah yang memberikan hidayah-Nya. bersyukurlah kepada-Nya
Langganan:
Postingan (Atom)